Bandung, 09 Maret 2017 pukul 22:30
I will always be
yours forever and more
Through the push and the pullI still drown in your loveAnd drink 'til I’m drunkAnd all that I’ve done,Is it ever enough
(A Rocket To The
Moon – Ever Enough)
Lagu dari A
Rocket To The Moon tiba – tiba terngiang dikepalaku serta tidak sengaja
mengajakku untuk mengingat masa lalu saat suatu insan merasakan indahnya mencintai
dan dicintai seseorang.
Mungkin saya terlalu banyak berfikir akhir –
akhir ini sehingga tiba – tiba kenangan tersebut terbesit di pikiran saya.
Itu normal, karena menurut Baron & Byrne
(2000) mendefinisikan kesepian sebagai suatu reaksi emosional dan kognitif
karena memiliki hubungan sosial yang lebih sedikit dan kurang memuaskan
dibandingkan yang diinginkannya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kesepian adalah
keadaan mental dan emosional yang terutama dicirikan dengan adanya perasaan
kekurangan dan ketidakpuasan karena tidak memiliki hubungan yang bermakna
dengan seseorang dan terjadi kesenjangan antara hubungan sosial yang diinginkan
dengan hubungan sosial yang dimiliki individu.
Rasa kesepian juga memberikan dampak positif
kepada manusia itu sendiri agar dapat berintrospeksi kepada diri sendiri apa
yang sudah dilakukannya di masa lalu baik itu hal yang membuat dirinya bahagia
ataupun membuat dirinya terasa sedih
Namun, terkadang rasa kesepian itu bisa dinikmati
namun selebihnya rasa kesepian itu membuat saya takut. Takut jika suatu saat
nanti rasa kesepian itu akhirnya memberikanku comfort zone sehingga pada akhirnya saya akan merasa tidak membutuhkan
dan mempercayai siapapun.